بسم الله الرحمن الرحيم
Dari Tsabit Al Banani Rahimahullah dia menceritakan, ada seorang pemuda yang terlibat dalam sebuah peperangan. Pemuda tersebut begitu kuat keinginannya untuk menjadi seorang syuhada. Entah berapa peperangan yang telah ia ikuti namun syahid tak kunjung menyapanya. Sehingga pemuda itu bertekad jika dalam peperangan ini dirinya tidak terbunuh di jalan Allah, aku akan kembali ke kampung halaman dulu, kata pemuda tersebut kepada kawan-kawan seperjuangannya. "Aku mau menikah", katanya berbinar.<span>Hari itu panas cukup menyengat. Orang yang sedang berpuasa seperti dirinya berusaha mencari tempat berteduh, seperti di bawah pohon yang tidak jauh dari kemah pasukannya. Tak lama kemudian pemuda inipun terlelap tidur siang. Menjelang matahari tergelincir para sahabatnya membangunkan pemuda tersebut untuk sholat Zhuhur. Namun mereka keheranan, tidak seperti biasanya ia bersegera untuk sholat. Pemuda itu tidak bergegas mengambil air wudlu, ia bahkan menangis tersedu saat terjaga dari tidurnya.